Waktu di Mana Aku Benar-Benar Melepasmu lV
Aku benar-benar melepasmu dengan segalaku. Jelas sudah, aku kehilangan semuanya. Pada waktu di mana aku benar-benar melepasmu, aku mencoba tak menangis. Seharian, aku menulis surat untukmu. Kukirimkan lewat pesan singkat berurai air mata. Hanya kaubaca. Aku sudah tahu itu yang pada akhirnya akan terjadi. Mungkin kau sudah tak lagi percaya. Aku tak mengapa. Jika sampai hari ini kau masih saja berpikir aku sebagai seseorang yang jahat, tidakkah kau ketahui, aku berdoa di malam-malam panjang memohon ampun kepada tuhan: menyesali aku. Sementara kau masih terus mengutukku, bahkan membenciku sampai matimu. Pada waktu di mana aku benar-benar melepasmu, aku yang dingin memeluk diriku sendiri demi menghilangkan dingin yang kau buat untukku. Aku benci setiap ingatan-ingatan itu datang. Aku ingin semua ini cepat berlalu, tapi waktu berjalan begitu lambat.
Komentar
Posting Komentar