Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Aku Memohon Untuk yang Terakhir Kalinya

Aku memohon untuk yang terakhir kalinya.

Maaf

Maaf, aku tidak pernah mendoakan kamu bahagia. Dan jika semua orang berkata, apa yang kukatakan akan berbalik padaku: bahwa kelak aku pun tak berbahagia, memang iya. Karena demi Tuhan, aku tidak berbahagia tanpamu.

Hancur Sepenuhnya Milikku

Jika aku tak pernah bisa lagi memilikimu, jika apa yang kupunya tak pernah cukup untuk membagi hatiku padamu, jika kesemuanya itu pada akhirnya hanyalah semu; aku tak butuh apa-apa dan tak butuh sesiapa lagi. Aku ingin hidup untuk diriku dan cintaku sendiri; juga mati untuk cintaku sendiri. Dan, di kemudian hari, akan kurangkai sajak-sajak penuh air mata untuk diriku sendiri, karena kutahu, kamu tak mau tahu lagi. Akan kusimpan di dalam kotak kayu: membuatku percaya, bahwa apapun yang terjadi di antara kita, ada baiknya disembunyikan rapat-rapat dan jauh dari kerumun sesiapa. Sementara kenanganku tumbuh seirama dengan tetes-tetes hujan di bulan Desember. Semakin subur menyebar dan menjalar ke segala penjuru hati; Kata-katamu, sayangmu, kasarmu, marahmu, sedihmu, tubuhmu, merebut semua yang kumiliki dalam hidupku. Aku tak punya apa-apa lagi. Hancur sepenuhnya milikku.