Insomniamu
Aku menerobos dinding-dinding yang dingin dibalik insomniamu Meraba-raba sesegala yang kusebut rindu dan nestapa Muak yang kau rasakan masih juga ada--aku tahu. Di belantara maya kusingkirkan semua yang kusebut ria Jauh kupikirkan, sebelum saat jarum jam menunjuk arah tiga dini hari Kusesalkan beribu kata yang tak seharusnya terucap Hingga pada akhirnya mimpi-mimpi yang terlalu baik datang memburuku Aku jatuh terjerembab, basah oleh tangis Tubuhku sesat menyusuri labirin yang berliku-liku, yang sengaja kau buat tanpa kenal ujung Sementara hatiku penuh sesak. Pada akhirnya, aku tak pernah menemukan jalan kembali; kembali pulang, maupun kembali ke hatimu. Aku menciptakan ingatan-ingatan di malam insomniamu Maksudku, mengembalikan ingatan Yang sia-sia pastinya. Aku mencoba memburumu dengan ribuan rindu, lagi-lagi Yang gagal juga pada akhirnya.