Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Waktu Kita Sudah Habis

Ketika kamu hilangkan semua space buat aku tinggal, aku sadar diri. Terlampau sadar diri, bahkan. Dan kita juga harus sadar, jikalau kita tetaplah orang asing. Aku sudah berusaha untuk menjadi perempuan yang lembut--seperti maumu; seperti typical perempuan idamanmu. Aku selalu dan sudah berusaha menjadi yang terbaik. Tapi kamu tetap menghindar, kamu tetap pergi. Kamu begitu jauh dan memang semakin jauh. Semoga kamu tetap hidup. Dan baik-baik saja ketika aku pergi, adalah kemungkinan terbesar yang terjadi. Kini aku tau. Asing tetaplah asing. Tak pernah tunduk, apalagi bertekuk lutut. Ketika selamat tinggal adalah pilihan yang mudah dicerna nalar, pastikan itu keputusan yang tak pernah kau sesal. Happy New Year :)

Aku Masih Seorang Perempuan

Apakah aku harus A-pa-kah a-ku ha-rus Membiarkan diriku mati Atau kah aku harus membiarkan diriku kalah? Terkadang aku ingin menjadi lelaki Agar bisa diberi permisif lebih banyak mengenai hal-hal tertentu Tetapi bagiku itu terlalu jahat-apabila aku hanya mengandalkan kuasaku atas itu. Beberapa mencibirku; beberapa mengolok-olokku; merendahkanku; melemahkan pikirku; melenyapkan pandanganku; sementara yang lain dengan sengaja melecehkanku. Aku hanya ingin bercerita Tetapi sesegera itu, aku juga ingin mati Le-bih i-ngin ma-ti! Bulan berganti tahun yang tak pernah ada artinya Sementara, bulan di langit juga murung. Redup. Padam. Sejak saat itu, aku tak lagi bercerita Aku tak ingin mati sesegera itu. Maka aku menulis Menulis apa saja yang bisa membuat bising kepalaku raib. Aku juga masih seorang perempuan Masih sering direndahkan dan dilecehkan, bahkan oleh sesamaku. Mereka seakan memelukku, tetapi aku masih bisa melihat pisau berkilat itu. Di tahun ke-26 hidupku Aku masih seorang pe...