September 2022 l
Tiap aku mengulang-ulang menyebut namamu, ada sedikit banyak keinginan untukku berubah. Untuk tidak selalu seperti ini. Untuk menjauh dari sesuatu ini.
Tapi begitu banyak pula ketidakmungkinan-ketidakmungkinan yang menyeretku jauh dari segala bayang-bayangmu. Jauh dari perlakuan baikmu terhadapku.
Tuhan selalu menjauhkanmu dari aku yang terlalu berharap ingin cepat berubah. Dan aku merasa sia-sia.
Kamu tahu? Saat denganmu, aku merasa lebih banyak mengingat-Nya. Aku merasa jadi seorang yang tenang, tapi juga bimbang.
Aku terkadang ingin tahu, doa apa yang kerap kamu panjatkan di malam menuju pagi seperti ini?
Aku juga masih berdoa, tapi mungkin belum seserius kamu.
Aku ingin perhatianmu yang membuat aku tetap hidup.
Tapi kemudian aku sadar, ini salah. Sangat salah.
Semua bisa saja berkebalikan.
Namun, aku berdoa supaya tuhan mengampuniku atas semua ini. Aku buta dengan keadaan. Sementara dari sini, aku melihat cahaya mengitari seluruhmu yang tanpa aku.
Komentar
Posting Komentar