Terkadang Aku Ingin Menjelma Kucingmu
Sehari saja, kalau bisa
Aku ingin menjelma kucingmu
Yang mengerang, membangunkanmu di kala dini hari
Membunuh semua mimpi-mimpimu tentangnya.
Aku akan mencakar-cakar perut dan dadamu kala kau mengigau tentang perempuan dalam mimpimu itu
Kalau bisa sampai bajumu robek.
Oh, tapi aku lupa
Kau sama sepertiku yang telanjang
Hanya ada bulu-bulu yang menyelimuti pori-pori halus kulitmu juga ku
Jadi marilah kita...
"Tapi, tunggu dulu. Aku lapar"
Bukankah aku mengerang di telingamu untuk mendapatkan apa yang kumau?
Jadi bangunlah, usap kepalaku
Tetapi kau hanya diam menggigil
Aku berlalu dari kamarmu dan merasa tidak berguna
Lalu kau tau apa yang kucingmu lakukan di siang hari?
Aku akan duduk di laptop kerjamu
Terkadang mataku nyalang melihat layar laptopmu
Aku akan meraih-raih layarnya dengan tanganku ketika kau pergi membuat secangkir kopi di dapur.
Satu rahasia terbongkar.
Perempuan itu masih berlalu lalang di album fotomu. Aku mengendusnya. Busuk!
Kau akan tersentak dengan kejelianku
Lalu melemparkanku ke kasur
Kau mulai menciumku sambil membelai helai-helai halusku
Terkadang kau memainkan jemarimu di dada dan perutku
Aku kegelian, tapi aku tidak bisa melanjutkan ini
Wajah perempuan itu... membunuhku
Maka aku tampar wajahmu dengan cakar-cakar tajamku
Kenapa kau lalai memotongnya? Itu salahmu!
Wajahmu menjauhi tubuhku
Goresan itu mengeluarkan warna merah, atau hijau? Maaf, aku buta akan warna manusia.
Sore yang hujan, aku bergulung di pangkuanmu
Aku ingin bermanja-manja, tapi wajah perempuan itu...
Sumpah, aku terlalu pandai jika harus menjadi kucingmu.
Kau mencoba merayuku lagi, membelaiku dengan palsumu
Tetapi aku mulai mati rasa.
Malam hari, aku menyadari bahwa semuanya begitu ambigu.
Aku sudah mandi, cakar-cakarku sudah kau potong rapi
Tapi aku tetap telanjang. Aku cuma punya bulu-bulu yang menyelimuti pori-pori
Yang aku tau kau juga telanjang.
Aku mau menjadi kucing yang baik
Maka aku menuruti semua inginmu
Aku tak lagi punya cakar yang tajam untuk menyerangmu.
Tetapi pagi itu juga, aku memutuskan pergi meninggalkan rumahmu.
Komentar
Posting Komentar