Waktu di Mana Aku Benar-Benar Melepasmu
Tak ada lagi mimpi-mimpi yang membuatku cemas di sela-sela tidurku. Sebelumnya kukatakan padamu jika aku memiliki kekasih. Aku mendoakanmu baik-baik di sana. Selalu.
Semua hal yang kau putuskan untuk tak lagi kuketahui. Hal yang membuatku banyak bertanya-tanya sampai hari aku menulis ini. "Mengapa?"
Aku berharap satu hal yang jangan pernah kau ketahui, adalah bahwa, aku berbohong jika aku memiliki kekasih. Semua itu kulakukan untukku sendiri, supaya aku bisa berpura-pura memiliki sesuatu yang sebenarnya tak ada dan tak pernah bisa aku miliki. Dihatiku masih kamu, meski balasan untukku adalah marahmu. Aku selalu berdoa supaya kau tak pernah benar-benar membenciku. Demi tuhan, aku hanya cemburu. Memang bukan cemburu biasa. Cemburuku berlebihan. Aku tahu itu menyakitimu. Aku mohon maaf.
Komentar
Posting Komentar