I'M
Semuanya memang terlihat tak semestinya, ketika perlahan hilang adalah sebuah jawaban. Jawaban yang kuterima namun tak dapat kuterima. Awalnya, kukira, kau tak masalah dengan itu. Kukira akan dan masih ada pertemuan kedua, ketiga dan seterusnya. Aku membayangkan potret diri kita berdua di sebuah ruang, yang hanya ada kita di pertemuan kedua kita kelak. Selain tak bisa memilikimu, aku juga tak memiliki kekuatan pada diriku. Aku begitu rapuh semenjak itu. Apakah melupakanmu adalah jalan keluar? Kau bilang kau akan tetap tinggal, tapi kau tak pernah lagi membalas pesanku. Kau tetiba merupa sosok jahat yang harus kujauhi. Jahat, atau curang, entah, aku tak tahu. Apa aku juga curang? Ya, mungkin kita sama-sama jahat dan curang. Aku tak tahu banyak tentang kau, tapi kalau boleh kukatakan, kau seperti mahir di permainan ini. Permainan yang sebelumnya tak pernah kau mainkan. Kau seperti tahu di mana kau harus memulai, dan kapan harus berhenti. Kapan harus mengangkatku, kapan harus menjatuhkank...