Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Insomniamu

Aku menerobos dinding-dinding yang dingin dibalik insomniamu Meraba-raba sesegala yang kusebut rindu dan nestapa Muak yang kau rasakan masih juga ada--aku tahu. Di belantara maya kusingkirkan semua yang kusebut ria Jauh kupikirkan, sebelum saat jarum jam menunjuk arah tiga dini hari Kusesalkan beribu kata yang tak seharusnya terucap Hingga pada akhirnya mimpi-mimpi yang terlalu baik datang memburuku Aku jatuh terjerembab, basah oleh tangis Tubuhku sesat menyusuri labirin yang berliku-liku, yang sengaja kau buat tanpa kenal ujung Sementara hatiku penuh sesak. Pada akhirnya, aku tak pernah menemukan jalan kembali; kembali pulang, maupun kembali ke hatimu. Aku menciptakan ingatan-ingatan di malam insomniamu Maksudku, mengembalikan ingatan Yang sia-sia pastinya. Aku mencoba memburumu dengan ribuan rindu, lagi-lagi Yang gagal juga pada akhirnya.

Sebenarnya...

Sebenarnya aku tak pernah punya obat seperti yang aku ceritakan Aku mengobati masa laluku dengan kamu Memperparah sakitku dengan kamu Keduanya itu, demi tuhan, adalah penghancur hidupku sekalian Tidak ada yang sembuh Tidak ada yang berubah Aku hanya ingin mati Aku benci melihatmu bahagia Aku benci dia yang seharusnya tak kubenci Tapi aku sungguh benci Menghubungimu di hari-hariku yang pilu Tetap tak merubah perasaanku. Sebaliknya, "aku yang enggak bisa", adalah sebaik-baiknya jawaban darimu.

Selesai.

Aku tahu maafku tak pernah sampai Aku juga benci kamu yang dengan sengaja mencoba membunuhku Kupikir jatuh cinta tak lagi sesulit dulu Tapi denganmu, ya, jatuh cinta memang semudah itu Mati pun juga. Aku tak pernah lagi berpikir bunuh diri sejak saat kamu mengambil alih semuanya Aku menikmati semua pesakitan yang kamu buat; Mulai dari pukulan-pukulan yang membuatku tidak pernah bisa membencimu sekali pun. Aku menikmatinya secara sadar. Kata orang, hubungan kita beracun. Tapi, lihat, sudah berapa kali aku menelannya Aku tak juga mati Kamu juga semakin hidup dengan kuatnya Apa yang perlu ditakutkan? Kita masih tetap sama-sama hidup.

Aku Mati Hari Ini

Pada akhirnya, darimu, aku tahu M encintai tak sebegitu mudahnya Apa yang kulakukan berkali-kali untukmu tak pernah cukup menutupi kesepianmu Sedangkan kau, ria yang kau ciptakan di hari-hari terakhirku Membunuhku dengan sangat brutal Pisau yang sudah kau asah jauh-jauh hari Racun yang sudah kau larutkan dalam pikiranku Membuatku merasa, aku memang harus mati hari ini Andai aku tak pernah jadi pesakitanmu Mungkin ini bukan hari terakhirku Mungkin aku masih hidup lebih lama lagi Lewat khayalan, aku mencintaimu Lewat khayalan, telah lahir sesuatu yang tak pernah kuingin--tapi aku mencintai dan memilikinya Dia sepenuhnya milikku dan milikmu Aku merasa terikat dengannya. Dia utuh. Bila dengan membentakku dan menyakitiku bisa membuatku bahagia Aku tak akan pernah melepasmu selamanya Demi tuhan, itu yang kumau Meski kini kau hilangkan sakit di tubuhku, tak tau kah? Pikiranku koyak setiap saat Terkadang aku ingin mencarimu Merengkuh pelukmu di sela-sela dinginnya hatimu Aku mau sekali lagi ka...